LIKE

Kamis, 22 Agustus 2013

Korban Gempa Bumi Aceh





Ribuan masyarakat korban pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang menguncang Aceh 2 Juli 2013 lalu, yang mempora-porandakan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kini pasalnya, disetiap titik pengungsian kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan logistik.
Emi salah satu tokoh masyarakat yang berada diposko Blang Paku Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, mengatakan dengan sangat kesulitnya untuk mendapatkan bantuan logistic dan kebutuhan pokok lainnya.
Sedangkan pihaknya bersama Sekretaris Desa mewakili Desa tersebut sudah pernah menemui Wakil Bupati Bener Meriah meminta bantuan ke kantor Bupati yang merupakan posko utama di Kabupaten itu
Dengan rasa kesal dia mengakui kepada aceh national post.com bahwa dirinya harus pulang dengan tangan kosong tanpa mendapatkan apa-apa di posko pusat tersebut “ banyaknya bantuan yang di tumpuk digudang tapi kami harus pulang dengan tangan kosong” Kata Emi dengan wajahnya geram terhadap pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Begitu juga mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar yang di damping puluhan korban pasca gemap bumi di posko Blang Paku Kecamatan Wih Pesam tidak bingung dengan garis koordinasi penanggulangan korban gempa bumi dan pendistribusian bantuan pokok.
 Dia menambahkan seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah harus sigap menganggapi masalah ini. “ ini lebih penting dari aspirasi dewan, ambil saja itu aspirasi” Katanya.

Sebenarnya untuk penanggulangan bencana ada dana tanggap darurat dalam APBK daerah itu, yang bisa lansung digunakan untuk masa panic selama dua minggu harus ditanggung oleh pemerintah.

“ Seharusnya korban harus sudah dihitung tiap kepala untuk mendapatkan jatah bantuan pokok selama masa panik” tegasnya.

Menurut Humas Pemkab Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan setiap bantuan ditempatkan diposko pusat didepan kantor Bupati Bener Meriah. “ setelah dilakukan pendataan setiap desa maka bantuan tersebut baru disalurkan, ada juga bantuan dari pihak lain yang lansung diserahkan pada korban” jelasnya saat di hubungi media acehnationalpost.com.
Hal senada juga dikatakan Camat Ketol, Muhammad shaleh, dia menyatakan yang berhak mengambil bantuan logistic atau kebutuhan pokok lainnya adalah Keuchik (kepala Desa) dengan membawa surat permohonan yang di tuliskan sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan dikampungnya.
 Begitu juga yang dikeluhkan permohonan bantuan kebutuhan pokok dan obat-obatan yang datang dari kampong Balek Kecamatan Kute Panang yang memiliki 128 Kepala Keluarga juga tidak kunjung mendapat bantuan. ( Pgw)

 Reporter : Pangwa

0 komentar:

Posting Komentar