LIKE

Selasa, 20 Agustus 2013

FAKTA & BERITA




PEMDA MUSTI FOKUS PADA KOPI



Mantan Bupati Bener Meriah Ir Tagore AB, yang dikenal merupakan salah satu tokoh di Gayo yang mempunyai perhatian serius terhadap perkembangan Kopi Gayo Sosok yang juga sarjana pertanian ini, kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Puskud yang dikelolanya dan terus berinovasi untuk ikut memajukan komoditi kopi Gayo. kepada Redaksi Keber Gayo mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan kopi Gayo, Berikut petikan wawancara Redaksi Keber Gayo dengan Tagore di kediamannya.

Bagaimana anda melihat kondisi keterpurukan harga kopi Gayo saat ini, yang kian meresahkan masyarakat petani kopi?
Pertama-tama mari kita sepakati dan melihat pokok permasalahannya apa yang menyebabkan harga kopi saat ini anjlok di pasaran tingkat petani kita.

Menurut anda apa yang salah sehingga harga kopi Anjlok ?
Saya melihat bahwa pemerintah tidak fokus dan kurang bertanya pada ahlinya, selain itu tidak adanya keterpaduan antara pihak swasta dan perbankan, khusus pada perbankan belum ada keperpihakan kepada petani kopi.

Bagaimana sebaiknya tentang pola penataan maupun pengelolaan kopi Gayo ? 
Serahkan sesuatu itu pada ahlinya, khusus komoditi kopi tentu disamping para ahli juga butuh keterlibatan berbagai asosiasi juga keterlibatan pengurus Indikasi Geografis (IG) Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Kongretnya, apa kira-kira solusi buat masyarakat Gayo yang notabene adalah petani kopi ?

Begini sebenarnya, sejak dulu secara pribadi maupun secara kebijakan ketika saya menjabat di pemerintahan hingga saat ini saya terus melakukan dan berupaya untuk memperbaiki prekonomian masyarakat, kalau dulunya saya dapat melaksanakan secara langsung melalui kebijakan daerah, sekarang saya sedang melalukan pembinaan khusus sektor komoditi kopi baik tahap pengelolaan, pasca panen maupun perniagaan kopi, melalui PT. Gayo Nusantara Agribisnis yang berkantor pusat di PUSKUD Pante Raya Bener Meriah-Aceh Indonesia.

Selama menjabat sebagai Bupati, kebijakan apa yang telah dilakukan untuk peningkatan produktifitas kopi ?

Banyak, salah satunya kebijakan Bugeting, yakni mengalokasikan anggaran APBK, Outsus maupun dana bersumber dari APBN, untuk pengembangan kopi di Bener Meriah, membuka jalan ke sentral-sentral produksi atau perkebunan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan para petani kopi, hampir setiap tahun kita alokasikan pengadaan pembibitan kopi, tentunya sesuai dengan bibit varietas kopi yang telah disertifikasi oleh badan resmi pemerintah, dimana untuk daerah dataran tinggi Gayo sesuai dengan rekomendasi IG ada tiga benih kopi yang dikembangkan yakni varietas kopi Tim-Tim, Gayo I dan Gayo II, ini mutlak kita bantu kepada petani agar komoditi kopi arabika Gayo tidak punah yang lebih penting upaya mempertahankan cita rasa maupun kualitas. Selanjutnya kita juga membantu pupuk serta mengantisifasi munculnya penyakit jamur akar putih, baik yang menyerang pada kopi maupun tanaman perkebunan lainnya seperti jeruk.

Untuk mempertahankan cita rasa dan produkstivitas kopi Gayo, sesuai satndar dan permintaan konsumen, apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh para petani kopi, para eksportir, pemerintah maupun pihak perbankan ? 
Menurut saya, pemerintah harus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengaktifkan badan penyulu pertanian untuk mensosialisasikan sistem tata kelola komoditi kopi khusus pasca panen, yang selama ini kurang dijaga oleh petani sehingga kebanyakan petani memetik buah kopi hijau, dan ini jelas mempengaruhi kualitas dan harga karena terase akan tinggi.

Contohnya ? 
Contohnya ditingkat petani disarankan harus petik buah kopi yang matang (merah), pengetahuan pengolahan atau perlakuan sejak dari proses pemetikan,penggilingan, penjemuran dan pengemasannya, sehingga tidak mempengaruhi cita rasa sebagaimana yang diinginkan oleh pasar atau konsumen. Pemerintah juga musti bijak dalam pola niaga utamanya dalammenjaga kestabilan harga kopi ditingkat pasar, mengaktifkan Sistem Resi Gudang (SRG) kerjasama dengan lembaga peneliti seperti PT. Scopido atau lembaga lainnya dalam menjamin kualitas produk kopi yang disimpan dalam Resi Gudang, memfasilitasi pemilik prodak dengan pihak Perbankan, sehingga pemilik produk dapat memenuhi kebutuhannya sebelum adanya pesanan pihak bayer atau pembeli.

Menurut anda siapa yang melakukan penawaran terhadap produk yang telah tersimpan dalam Resi Gudang tersebut ?
yang melakukan atau membuka penawaran jelas pihak pengelola RG, dengan membuka jaringan pemasaran pelelangan secara online di jaringan internet, sehingga para bayer akan melakukan kontak dan bila harga serta kualitas terpenuhi sesuai yang mereka inginkan maka akan terjadi transaksi, tentu oleh pemilik produk.

Apakah cara ini dapat membantu meningkatkan harga kopi Gayo, yang selama ini telah membuat para petani pesimis berkebun kopi akibat harga jual tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok?
hal itu baru salah satu, selain pemerintah harus memperhatikan komoditi andalan masyarakat Gayo ini secara fokus, baik pengolahan lahan, pasca panen maupun pola tata niaganya
 
Menurut penelitian para ahli tanah, produktifitas kopi saat ini sangat drastis menurut diakibatkan zat asam yang terkandung dalam tanah PH nya cukup tinggi, bagamana anda melihatnya, ?
Benar, ini problem lain dari merosotnya harga kopi Gayo saat ini, apabila zat asam yang terkandung dalam tanah tinggi akan mempengaruhi pertumbuhan kopi, baik batang, buah maupun daun kopi, ini jelas sangat berpengaruh, bahkan akan mempengaruhi cita rasa dimana selama ini menjadi keunggulan kopi Gayo dimata konsumen internasional.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh pemerintah atau para penyelia kopi di Gayo? 
Seyogyanya pemerintah telah melakukan beberapa tindakan seperti menindaklanjuti hasil penelitian terhadap PH tanah tersebut, membangun pasilitas pengolahan seperti penjemuran, membuat upaya –upaya untuk mengembalikan netralitas unsur hara dalam tanah.

Khusus saya, saat ini kita telah berupaya untuk membangun sebuah pabri untuk pembuatan pupuk Delomit, mudah-mudahan dapat membantu para petani untuk mengolah lahan perkebunannya sehingga produktifitas komoditi kopi dapat kembali normal, artinya kopi arabika Gayo yang selama ini menjadi produk andalan dan tempat bergantungnya kelangsungan hidup masyarakat Gayo dapat dipertahankan dan dikembangkan, selain mempertahankan salah satu pruduk khas budaya comunity uruang Gayo dimata dunia.

Saat ini apa yang sedang lakukan diPUSKUD?
Kita sedang melengkapi peralatan-peralatan pengolahan Kopi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kopi Gayo, dan memberikan pembelajaran secara informal kepada petani utuk mengolah dan merawat kopi dengan baik dan benar sehingga masyrakat dalam hal ini akan terdidik. dalam rangka meningkatkan kualitas kopi gayo.

Bagaimaina pendapat anda terhadap adanya komoditi atau varietas kopi Robusta Lampung yang saat ini dikembangkan di Bener Meriah? 

Harapan saya pemerintah Bener Meriah dan Aceh Tengah, agar tidak merekomendasi varietas kopi selain varietas kopi yang telah bersertifikat, karena hal tersebut telah menjadi sebuah ketentuan dan rekomendasi dari pihak IG , dan varietas robusta Lampung yang saat ini dikembangkan oleh beberapa oknum pejabat Bener Meriah saya nilai hal tersebut tidaklah bijak, karena prilaku para pedagang atau eksportir kita saat ini moralnya masih rendah, sehingga dikhawatirkan kopi arabika bercampur dengan robusta ,dan berpengaruh besar pada cita rasa dan harga. Sebaiknya pemda atau masyarakat tidak mengembangkan kopi Robusta Lampung itu, selain tidak mendapat rekomendasi dari lembaga IG, kopi arabika Gayo telah mendapat pengakuan dari masyarakat dunia Internasional.***



0 komentar:

Posting Komentar