Kabargayo I Rabu, Juni 19, 2013
Mantan Bupati Bener Meriah Ir Tagore
AB, yang dikenal merupakan salah satu tokoh di Gayo yang mempunyai perhatian
serius terhadap perkembangan Kopi Gayo Sosok yang juga sarjana pertanian ini,
kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Puskud yang dikelolanya dan terus
berinovasi untuk ikut memajukan komoditi kopi Gayo. kepada Redaksi Keber Gayo
mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan kopi Gayo, Berikut petikan
wawancara Redaksi Keber Gayo dengan Tagore di kediamannya.
Bagaimana anda melihat kondisi keterpurukan harga kopi Gayo saat ini, yang
kian meresahkan masyarakat petani kopi?
Pertama-tama mari kita sepakati dan melihat pokok permasalahannya apa yang
menyebabkan harga kopi saat ini anjlok di pasaran tingkat petani kita.
Menurut anda apa yang salah sehingga harga kopi Anjlok ?
Saya melihat bahwa pemerintah tidak fokus dan kurang bertanya pada ahlinya,
selain itu tidak adanya keterpaduan antara pihak swasta dan perbankan, khusus
pada perbankan belum ada keperpihakan kepada petani kopi.
Bagaimana sebaiknya tentang pola penataan maupun pengelolaan kopi Gayo
?
Serahkan sesuatu itu pada ahlinya, khusus komoditi kopi tentu disamping para
ahli juga butuh keterlibatan berbagai asosiasi juga keterlibatan pengurus
Indikasi Geografis (IG) Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kongretnya, apa kira-kira solusi buat masyarakat Gayo yang notabene adalah
petani kopi ?
Begini sebenarnya, sejak dulu secara pribadi maupun secara kebijakan ketika
saya menjabat di pemerintahan hingga saat ini saya terus melakukan dan berupaya
untuk memperbaiki prekonomian masyarakat, kalau dulunya saya dapat melaksanakan
secara langsung melalui kebijakan daerah, sekarang saya sedang melalukan
pembinaan khusus sektor komoditi kopi baik tahap pengelolaan, pasca panen
maupun perniagaan kopi, melalui PT. Gayo Nusantara Agribisnis yang berkantor
pusat di PUSKUD Pante Raya Bener Meriah-Aceh Indonesia.
Selama menjabat sebagai Bupati, kebijakan apa yang telah dilakukan untuk
peningkatan produktifitas kopi ?
Banyak, salah satunya kebijakan Bugeting, yakni mengalokasikan anggaran APBK,
Outsus maupun dana bersumber dari APBN, untuk pengembangan kopi di Bener
Meriah, membuka jalan ke sentral-sentral produksi atau perkebunan masyarakat,
dan memenuhi kebutuhan para petani kopi, hampir setiap tahun kita alokasikan
pengadaan pembibitan kopi, tentunya sesuai dengan bibit varietas kopi yang
telah disertifikasi oleh badan resmi pemerintah, dimana untuk daerah dataran
tinggi Gayo sesuai dengan rekomendasi IG ada tiga benih kopi yang dikembangkan
yakni varietas kopi Tim-Tim, Gayo I dan Gayo II, ini mutlak kita bantu kepada
petani agar komoditi kopi arabika Gayo tidak punah yang lebih penting upaya
mempertahankan cita rasa maupun kualitas. Selanjutnya kita juga membantu pupuk
serta mengantisifasi munculnya penyakit jamur akar putih, baik yang menyerang
pada kopi maupun tanaman perkebunan lainnya seperti jeruk.
Untuk mempertahankan cita rasa dan produkstivitas kopi Gayo, sesuai satndar
dan permintaan konsumen, apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh para petani
kopi, para eksportir, pemerintah maupun pihak perbankan ?
Menurut saya, pemerintah harus melakukan koordinasi dengan pihak terkait,
mengaktifkan badan penyulu pertanian untuk mensosialisasikan sistem tata kelola
komoditi kopi khusus pasca panen, yang selama ini kurang dijaga oleh petani
sehingga kebanyakan petani memetik buah kopi hijau, dan ini jelas mempengaruhi
kualitas dan harga karena terase akan tinggi.
Contohnya ?
Contohnya ditingkat petani disarankan harus petik buah kopi yang matang
(merah), pengetahuan pengolahan atau perlakuan sejak dari proses
pemetikan,penggilingan, penjemuran dan pengemasannya, sehingga tidak
mempengaruhi cita rasa sebagaimana yang diinginkan oleh pasar atau konsumen.
Pemerintah juga musti bijak dalam pola niaga utamanya dalammenjaga kestabilan
harga kopi ditingkat pasar, mengaktifkan Sistem Resi Gudang (SRG) kerjasama
dengan lembaga peneliti seperti PT. Scopido atau lembaga lainnya dalam menjamin
kualitas produk kopi yang disimpan dalam Resi Gudang, memfasilitasi pemilik
prodak dengan pihak Perbankan, sehingga pemilik produk dapat memenuhi
kebutuhannya sebelum adanya pesanan pihak bayer atau pembeli.
Menurut anda siapa yang melakukan penawaran terhadap produk yang telah
tersimpan dalam Resi Gudang tersebut ?
yang melakukan atau membuka penawaran jelas pihak pengelola RG, dengan membuka
jaringan pemasaran pelelangan secara online di jaringan internet, sehingga para
bayer akan melakukan kontak dan bila harga serta kualitas terpenuhi sesuai yang
mereka inginkan maka akan terjadi transaksi, tentu oleh pemilik produk.
Apakah cara ini dapat membantu meningkatkan harga kopi Gayo, yang selama ini
telah membuat para petani pesimis berkebun kopi akibat harga jual tidak
sebanding dengan harga kebutuhan pokok?
hal itu baru salah satu, selain pemerintah harus memperhatikan komoditi andalan
masyarakat Gayo ini secara fokus, baik pengolahan lahan, pasca panen maupun
pola tata niaganya
Menurut penelitian para ahli tanah, produktifitas kopi saat ini sangat
drastis menurut diakibatkan zat asam yang terkandung dalam tanah PH nya cukup
tinggi, bagamana anda melihatnya, ?
Benar, ini problem lain dari merosotnya harga kopi Gayo saat ini, apabila zat
asam yang terkandung dalam tanah tinggi akan mempengaruhi pertumbuhan kopi,
baik batang, buah maupun daun kopi, ini jelas sangat berpengaruh, bahkan akan
mempengaruhi cita rasa dimana selama ini menjadi keunggulan kopi Gayo dimata
konsumen internasional.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh pemerintah atau para penyelia kopi di
Gayo?
Seyogyanya pemerintah telah melakukan beberapa tindakan seperti menindaklanjuti
hasil penelitian terhadap PH tanah tersebut, membangun pasilitas pengolahan
seperti penjemuran, membuat upaya –upaya untuk mengembalikan netralitas unsur
hara dalam tanah.
Khusus saya, saat ini kita telah berupaya untuk membangun sebuah pabri untuk
pembuatan pupuk Delomit, mudah-mudahan dapat membantu para petani untuk
mengolah lahan perkebunannya sehingga produktifitas komoditi kopi dapat kembali
normal, artinya kopi arabika Gayo yang selama ini menjadi produk andalan dan
tempat bergantungnya kelangsungan hidup masyarakat Gayo dapat dipertahankan dan
dikembangkan, selain mempertahankan salah satu pruduk khas budaya comunity
uruang Gayo dimata dunia.
Saat ini apa yang sedang lakukan diPUSKUD?
Kita sedang melengkapi peralatan-peralatan pengolahan Kopi yang dibutuhkan
untuk meningkatkan kualitas kopi Gayo, dan memberikan pembelajaran secara
informal kepada petani utuk mengolah dan merawat kopi dengan baik dan benar
sehingga masyrakat dalam hal ini akan terdidik. dalam rangka meningkatkan
kualitas kopi gayo.
Bagaimaina pendapat anda terhadap adanya komoditi atau varietas kopi Robusta
Lampung yang saat ini dikembangkan di Bener Meriah?
Harapan saya pemerintah Bener Meriah dan Aceh Tengah, agar tidak merekomendasi
varietas kopi selain varietas kopi yang telah bersertifikat, karena hal
tersebut telah menjadi sebuah ketentuan dan rekomendasi dari pihak IG , dan
varietas robusta Lampung yang saat ini dikembangkan oleh beberapa oknum pejabat
Bener Meriah saya nilai hal tersebut tidaklah bijak, karena prilaku para
pedagang atau eksportir kita saat ini moralnya masih rendah, sehingga
dikhawatirkan kopi arabika bercampur dengan robusta ,dan berpengaruh besar pada
cita rasa dan harga. Sebaiknya pemda atau masyarakat tidak mengembangkan kopi
Robusta Lampung itu, selain tidak mendapat rekomendasi dari lembaga IG, kopi
arabika Gayo telah mendapat pengakuan dari masyarakat dunia Internasional.***







0 komentar:
Posting Komentar