LIKE

Senin, 26 Agustus 2013

@ Mantan Petinggi GAM Gayo, Dukung Tagore

Mantan Petinggi GAM Gayo, Dukung Tagore

Suara Leuser Antara

Mantan Petinggi GAM Gayo, Dukung Tagore

suaraleuserantara May 23, 2013 
Mantan petinggi GAM Bazaruddin Banta Mude mendukung Tagore AB untuk duduk ke DPR-RI.(Foto: Suara Leuser Antara)
Mantan petinggi GAM Bazaruddin Banta Mude mendukung Tagore AB untuk duduk ke DPR-RI.(Foto: Suara Leuser Antara)
TAKENGEN |SuaraLeuserAntara|: Bazaruddin Banta Mude Mantan petinggi Gerakan Aceh merdeka (GAM) mendukung Ir. H. Tagore Abu Bakar maju menjadi calon legeslatif (Caleg) DPR-RI daerah pemilihan NAD II yang diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 6.
Hal tersebut disampaikan Bazar dalam acara deklarasi yang dilaksanakan di posko perjuangan Gedung Reje Ilang, Kamis (23/5/2013). Ia mengatakan, sudah saatnya kita mendudukang  putra asli daerah  Gayo  menjadi perwakilan masyarakat wilayah tengah ke pusat. Jelas Bazaruddin yang juga calon legeslatif DPR-A dari partai Nasdem.
Menurutnya, untuk mencapai tujuan ini, perlu hendaknya dibentuk sekertariat bersama untuk mendukung Ir H Tagore menjadi calon DPR-RI.
“ Jika sudah terbentuk posko bersama, maka  kedatangan kami ke posko khusus untuk dukungan terhadap Tagore, dengan tidak membedakan dari partai politik manapun, dan suku manapun, atau dengan kata lain  untuk Gayo. Karena Tagore adalah tokoh yang mau kita dukung untuk Gayo.” Jelas Bazaruddin.
“ Kita butuh orang-orang seperti Tagore!!!, yang berani menyuarakan aspirasi masyarakat. Untuk saat ini hanya beliau yang mampu memperjuangkan rakyat Gayo di pusat ”. Ungkapnya.
“ Kita Kehausan tokoh saat ini, selain Tagore siapa lagi? belum ada yang lain? Tanya Bazar. Jadi mari kita dukung beliau menjadi wakil kita dipusat .” Jelasnya.
Ia juga menambahkan, selaku manusia Tagore  pasti punya kekurangan, namun jangan kekuranganya itu kita kaji.“ Mari kita bentuk ratusan orang seperti Tagore – Tagore yang lain  untuk Gayo dimasa yang akan datang.” Teriak Bazar, disambut tepuk tangan ratusan simpatisan yang hadir.
” Banyak tokoh-tokoh cerdas di Aceh Tengah, akan tetapi kecerdasan mereka hanyalah seperti  watak pegawai, hanya jadi pengikut,  tidak berani mengambil keputusan, tidak berani mendobrak kejaliman dan tidak berani membuka wawasan “. Ungkap mantan petinggi GAM ini.
“ Kita bisa berbeda partai namun tujuan kita sama, mari kita mendukung Tagore sebagai wakil kita dari wilayah tengah  menjadi anggota DPR-RI dari wilayah NAD II dengan no urut 6. Hidup Tagore .” Teriaknya. (BsG)

GAYO Nusantara.

Kamis, 22 Agustus 2013

Korban Gempa Bumi Aceh





Ribuan masyarakat korban pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang menguncang Aceh 2 Juli 2013 lalu, yang mempora-porandakan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Kini pasalnya, disetiap titik pengungsian kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan logistik.
Emi salah satu tokoh masyarakat yang berada diposko Blang Paku Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, mengatakan dengan sangat kesulitnya untuk mendapatkan bantuan logistic dan kebutuhan pokok lainnya.
Sedangkan pihaknya bersama Sekretaris Desa mewakili Desa tersebut sudah pernah menemui Wakil Bupati Bener Meriah meminta bantuan ke kantor Bupati yang merupakan posko utama di Kabupaten itu
Dengan rasa kesal dia mengakui kepada aceh national post.com bahwa dirinya harus pulang dengan tangan kosong tanpa mendapatkan apa-apa di posko pusat tersebut “ banyaknya bantuan yang di tumpuk digudang tapi kami harus pulang dengan tangan kosong” Kata Emi dengan wajahnya geram terhadap pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Begitu juga mantan Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar yang di damping puluhan korban pasca gemap bumi di posko Blang Paku Kecamatan Wih Pesam tidak bingung dengan garis koordinasi penanggulangan korban gempa bumi dan pendistribusian bantuan pokok.
 Dia menambahkan seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah harus sigap menganggapi masalah ini. “ ini lebih penting dari aspirasi dewan, ambil saja itu aspirasi” Katanya.

Sebenarnya untuk penanggulangan bencana ada dana tanggap darurat dalam APBK daerah itu, yang bisa lansung digunakan untuk masa panic selama dua minggu harus ditanggung oleh pemerintah.

“ Seharusnya korban harus sudah dihitung tiap kepala untuk mendapatkan jatah bantuan pokok selama masa panik” tegasnya.

Menurut Humas Pemkab Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan setiap bantuan ditempatkan diposko pusat didepan kantor Bupati Bener Meriah. “ setelah dilakukan pendataan setiap desa maka bantuan tersebut baru disalurkan, ada juga bantuan dari pihak lain yang lansung diserahkan pada korban” jelasnya saat di hubungi media acehnationalpost.com.
Hal senada juga dikatakan Camat Ketol, Muhammad shaleh, dia menyatakan yang berhak mengambil bantuan logistic atau kebutuhan pokok lainnya adalah Keuchik (kepala Desa) dengan membawa surat permohonan yang di tuliskan sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan dikampungnya.
 Begitu juga yang dikeluhkan permohonan bantuan kebutuhan pokok dan obat-obatan yang datang dari kampong Balek Kecamatan Kute Panang yang memiliki 128 Kepala Keluarga juga tidak kunjung mendapat bantuan. ( Pgw)

 Reporter : Pangwa

@ Keturunan Raja Linge Kumpul di Tanah Karo @

Photo Ir.H. Tagore bersama, Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah, Rusli M saleh


Rabu, 21 Agustus 2013

Tes Cupping Kopi Gayo....


Bener Meriah — Sebuah lembaga yang bermarkas di California, Amerika Serikat bergerak di bidang penanganan perdagangan manusia dan perbudakan (human trafficking and slavery) melakukan penelitian mendalam (investigasi) terhadap petani kopi Bener Meriah untuk mengetahui ada tidaknya praktik perbudakan.
Lembaga anti perdagangan manusia dan perbudakan tersebut adalah Not For Sale Fund yang dipimpin Dr David Batstone. David Batstone berkunjung langsung ke Bener Meriah dalam misi untuk melihat kondisi petani kopi sekaligus mencari partner kerja sama dan juga ingin mengetahui mata rantai perdagangan kopi. Ketika berada di Bener Meriah, Minggu (8/7), Batstone didampingi Direktur Gayo Nusantara Agribisnis, Ir Tagore Abubakar dan Direktur PT Sustainable Lifestyle, Gozali Hansen.
Menurut Gozali, pertemuan David Batstone dengan petani berlangsung di Puskud Aceh, Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam. Batstone bertemu langsung dengan petani kopi dan tanaman hortikultura yang tergabung dalam beberapa koperasi serta kelompok tani yang sebagian merupakan janda korban konflik di Aceh. “Tujuannya ke Bener Meriah untuk mencari partner yang bisa diajak kerja sama dan sekaligus ingin mengetahui mata rantai perdagangan kopi,” kata Gozali Hansen.
Gozali berharap tindak lanjut pertemuan tersebut terjalin kerja sama antara Not For Sale dengan Tagoria Institute sebagai perpanjangan tangan di Kabupaten Bener Meriah, dalam memperhatikan nasib buruh tani kopi.

Menurut Gozali, apabila ada petani yang menjual kopi murah berarti kesejahteraan mereka sangat rendah dan ini tergolong perbudakan yang seharusnya tidak terjadi. “Not For Sale akan berusaha memotong sebagian mata rantai perdagangan kopi sehingga nantinya akan berdampak pada tingginya nilai jual sehingga petani bisa sejahtera,” kata Gozali Hansen. (tribunnews.com)

Ir. Tagore Abubakar ; “Pemda Musti Fokus Pada Kopi''

Kabargayo I Rabu, Juni 19, 2013




Mantan Bupati Bener Meriah Ir Tagore AB, yang dikenal merupakan salah satu tokoh di Gayo yang mempunyai perhatian serius terhadap perkembangan Kopi Gayo Sosok yang juga sarjana pertanian ini, kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Puskud yang dikelolanya dan terus berinovasi untuk ikut memajukan komoditi kopi Gayo. kepada Redaksi Keber Gayo mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan kopi Gayo, Berikut petikan wawancara Redaksi Keber Gayo dengan Tagore di kediamannya.


Bagaimana anda melihat kondisi keterpurukan harga kopi Gayo saat ini, yang kian meresahkan masyarakat petani kopi? 
Pertama-tama mari kita sepakati dan melihat pokok permasalahannya apa yang menyebabkan harga kopi saat ini anjlok di pasaran tingkat petani kita.



Menurut anda apa yang salah sehingga harga kopi Anjlok ? 
Saya melihat bahwa pemerintah tidak fokus dan kurang bertanya pada ahlinya, selain itu tidak adanya keterpaduan antara pihak swasta dan perbankan, khusus pada perbankan belum ada keperpihakan kepada petani kopi. 



Bagaimana sebaiknya tentang pola penataan maupun pengelolaan kopi Gayo ? 
Serahkan sesuatu itu pada ahlinya, khusus komoditi kopi tentu disamping para ahli juga butuh keterlibatan berbagai asosiasi juga keterlibatan pengurus Indikasi Geografis (IG) Aceh Tengah dan Bener Meriah. 

Kongretnya, apa kira-kira solusi buat masyarakat Gayo yang notabene adalah petani kopi ?
Begini sebenarnya, sejak dulu secara pribadi maupun secara kebijakan ketika saya menjabat di pemerintahan hingga saat ini saya terus melakukan dan berupaya untuk memperbaiki prekonomian masyarakat, kalau dulunya saya dapat melaksanakan secara langsung melalui kebijakan daerah, sekarang saya sedang melalukan pembinaan khusus sektor komoditi kopi baik tahap pengelolaan, pasca panen maupun perniagaan kopi, melalui PT. Gayo Nusantara Agribisnis yang berkantor pusat di PUSKUD Pante Raya Bener Meriah-Aceh Indonesia. 

Selama menjabat sebagai Bupati, kebijakan apa yang telah dilakukan untuk peningkatan produktifitas kopi ? 
Banyak, salah satunya kebijakan Bugeting, yakni mengalokasikan anggaran APBK, Outsus maupun dana bersumber dari APBN, untuk pengembangan kopi di Bener Meriah, membuka jalan ke sentral-sentral produksi atau perkebunan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan para petani kopi, hampir setiap tahun kita alokasikan pengadaan pembibitan kopi, tentunya sesuai dengan bibit varietas kopi yang telah disertifikasi oleh badan resmi pemerintah, dimana untuk daerah dataran tinggi Gayo sesuai dengan rekomendasi IG ada tiga benih kopi yang dikembangkan yakni varietas kopi Tim-Tim, Gayo I dan Gayo II, ini mutlak kita bantu kepada petani agar komoditi kopi arabika Gayo tidak punah yang lebih penting upaya mempertahankan cita rasa maupun kualitas. Selanjutnya kita juga membantu pupuk serta mengantisifasi munculnya penyakit jamur akar putih, baik yang menyerang pada kopi maupun tanaman perkebunan lainnya seperti jeruk. 



Untuk mempertahankan cita rasa dan produkstivitas kopi Gayo, sesuai satndar dan permintaan konsumen, apa yang sebaiknya harus dilakukan oleh para petani kopi, para eksportir, pemerintah maupun pihak perbankan ? 
Menurut saya, pemerintah harus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengaktifkan badan penyulu pertanian untuk mensosialisasikan sistem tata kelola komoditi kopi khusus pasca panen, yang selama ini kurang dijaga oleh petani sehingga kebanyakan petani memetik buah kopi hijau, dan ini jelas mempengaruhi kualitas dan harga karena terase akan tinggi. 



Contohnya ? 
Contohnya ditingkat petani disarankan harus petik buah kopi yang matang (merah), pengetahuan pengolahan atau perlakuan sejak dari proses pemetikan,penggilingan, penjemuran dan pengemasannya, sehingga tidak mempengaruhi cita rasa sebagaimana yang diinginkan oleh pasar atau konsumen. Pemerintah juga musti bijak dalam pola niaga utamanya dalammenjaga kestabilan harga kopi ditingkat pasar, mengaktifkan Sistem Resi Gudang (SRG) kerjasama dengan lembaga peneliti seperti PT. Scopido atau lembaga lainnya dalam menjamin kualitas produk kopi yang disimpan dalam Resi Gudang, memfasilitasi pemilik prodak dengan pihak Perbankan, sehingga pemilik produk dapat memenuhi kebutuhannya sebelum adanya pesanan pihak bayer atau pembeli. 



Menurut anda siapa yang melakukan penawaran terhadap produk yang telah tersimpan dalam Resi Gudang tersebut ? 
yang melakukan atau membuka penawaran jelas pihak pengelola RG, dengan membuka jaringan pemasaran pelelangan secara online di jaringan internet, sehingga para bayer akan melakukan kontak dan bila harga serta kualitas terpenuhi sesuai yang mereka inginkan maka akan terjadi transaksi, tentu oleh pemilik produk. 



Apakah cara ini dapat membantu meningkatkan harga kopi Gayo, yang selama ini telah membuat para petani pesimis berkebun kopi akibat harga jual tidak sebanding dengan harga kebutuhan pokok? 
hal itu baru salah satu, selain pemerintah harus memperhatikan komoditi andalan masyarakat Gayo ini secara fokus, baik pengolahan lahan, pasca panen maupun pola tata niaganya 
Menurut penelitian para ahli tanah, produktifitas kopi saat ini sangat drastis menurut diakibatkan zat asam yang terkandung dalam tanah PH nya cukup tinggi, bagamana anda melihatnya, ? 
Benar, ini problem lain dari merosotnya harga kopi Gayo saat ini, apabila zat asam yang terkandung dalam tanah tinggi akan mempengaruhi pertumbuhan kopi, baik batang, buah maupun daun kopi, ini jelas sangat berpengaruh, bahkan akan mempengaruhi cita rasa dimana selama ini menjadi keunggulan kopi Gayo dimata konsumen internasional. 



Lalu apa yang harus dilakukan oleh pemerintah atau para penyelia kopi di Gayo? 
Seyogyanya pemerintah telah melakukan beberapa tindakan seperti menindaklanjuti hasil penelitian terhadap PH tanah tersebut, membangun pasilitas pengolahan seperti penjemuran, membuat upaya –upaya untuk mengembalikan netralitas unsur hara dalam tanah. 



Khusus saya, saat ini kita telah berupaya untuk membangun sebuah pabri untuk pembuatan pupuk Delomit, mudah-mudahan dapat membantu para petani untuk mengolah lahan perkebunannya sehingga produktifitas komoditi kopi dapat kembali normal, artinya kopi arabika Gayo yang selama ini menjadi produk andalan dan tempat bergantungnya kelangsungan hidup masyarakat Gayo dapat dipertahankan dan dikembangkan, selain mempertahankan salah satu pruduk khas budaya comunity uruang Gayo dimata dunia. 



Saat ini apa yang sedang lakukan diPUSKUD? 
Kita sedang melengkapi peralatan-peralatan pengolahan Kopi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kopi Gayo, dan memberikan pembelajaran secara informal kepada petani utuk mengolah dan merawat kopi dengan baik dan benar sehingga masyrakat dalam hal ini akan terdidik. dalam rangka meningkatkan kualitas kopi gayo. 

Bagaimaina pendapat anda terhadap adanya komoditi atau varietas kopi Robusta Lampung yang saat ini dikembangkan di Bener Meriah? 
Harapan saya pemerintah Bener Meriah dan Aceh Tengah, agar tidak merekomendasi varietas kopi selain varietas kopi yang telah bersertifikat, karena hal tersebut telah menjadi sebuah ketentuan dan rekomendasi dari pihak IG , dan varietas robusta Lampung yang saat ini dikembangkan oleh beberapa oknum pejabat Bener Meriah saya nilai hal tersebut tidaklah bijak, karena prilaku para pedagang atau eksportir kita saat ini moralnya masih rendah, sehingga dikhawatirkan kopi arabika bercampur dengan robusta ,dan berpengaruh besar pada cita rasa dan harga. Sebaiknya pemda atau masyarakat tidak mengembangkan kopi Robusta Lampung itu, selain tidak mendapat rekomendasi dari lembaga IG, kopi arabika Gayo telah mendapat pengakuan dari masyarakat dunia Internasional.*** 

daftar calon sementara Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Dapil, 2 Provinsi Aceh



KOMISI Pemilihan Umum menetapkan daftar calon sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam Pemilu 2014.
Berikut daftar calon sementara anggota legislatif dari Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aceh di dua Daerah Pemilihan (Dapil), seperti dikutip dari situs Komisi Pemilihan Umum:


Daerah Pemilihan I :
1. Ir Moch Nasir
2. Azfilli Ishak, SH
3. Cut Ridha Sartika, SE
4. H Husaini Setiawan AG, SE, MBA
5. Ir. T Fuadi
6. Hj Nurmala Sari, SPd
7. Andriyani, SH

Daerah Pemilihan II :
1. H Karimun Usman
2. H. Armand Muis, MM
3. Dra Hj Meiny Karolina
4. Malahayati, Amd
5. Ir Kiara Agusta
6. Ir Tagore Abubakar.

Saman Gayo - Mix with music

Lagu Alas (orodha ya kucheza)

LAGU ACEH @ BUNGOENG JEUMPA @

GAYO SONG TAWAR SEDENGE

SRI TAMIANG

Selasa, 20 Agustus 2013

PHOTO Ir.H.TAGORE ABUBAKAR